Tau apa dia tentang 17++??
17 adalah angka yang misterius...
Mengapa harus 17?
Kenapa tidak 17,5?
Ato 18 kurang seprapat??
Mengapa harus 17??
Okay..
Note yang diilhami oleh Drama Korea yang harus tertunda ini pun daqu beri judul...
AREA 17++
Sebuah note yang menurut daqu harus disikapi pemikiran yang dewasa dan positif...pemikiran yang seharusnya telah dimiliki oleh orang2 yang berusia 17++
Akhir2 ini sering terdengar banyak hal yang bersangkut paut dengan kehidupan beragama...
Agama yang katanya bisa jadi postive messenger justru terkadang jadi boomerang...
Mulai dari heboh Pidio Anget-anget-berhadiah ala pokalis band, hingga penurunan sebuah karya seni yang dianggap terlalu menjual diri di sebuah ibukota provinsi di Indonesia...
Semua itu dibumbui oleh yang namanya faktor Agama...
(disarankan untuk membaca note daqu yang "THIS IS MY REFLECTION SHOW" bagi yang belom baca)
http://www.facebook.com/no
kali ini daqu hanya mencoba berpikir secara idealis, kritis, dan tentunya realistis...
Karena jujur saja, daqu prihatin tentang berubahnya fungsi si Agama ini...
Attention..
buat yang belum berumur 17, atau bahkan yang sudah...namun belum siap untuk berpikir secara terbuka dan positif...
Silakan tinggalkan note ini...dan selamat melanjutkan surfing ria anda di FB, dan lupakan note ini hingga anda siap nantinya...
Seperti biasa, ada perumpamaan yang daqu buat (lagi) kali ini...
Kita anggap Agama, ormas2nya, dan bahkan denominasinya itu sebagai "Kandang",
pemimpin/pendirinya sebagai "Gembala panggilan",
dan manusia sebagai "Domba"
Pada oom-oomnya, kandang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi domba2, tempat domba2 bercengkerama dengan keluarganya, dan tempat bagi gembala untuk dengan mudah mendidik dan berinteraksi dengan dombanya...
Tapi...
tak ada gading yang tak retak, tak ada sego liwet yang tak enak...Diluar sana banyak sekali domba tersesat dan domba liar....
Apa yang seharusnya dilakukan terhadap domba liar itu?? *kita pending dulu*
Dewasa ini...
Yang terjadi adalah...kandang2 semakin sepi, gembala2 mulai bingung, domba2 mulai tak terurus...dan akhirnya.........ikut2an bingung!
Si Gembala pun mulai mbingungi proyek penambahan domba dengan cara yang tidak baik...
mulai mengiming2i si domba dengan 'ijon' untuk mau pindah ke kandangnya...hingga bahkan dengan binalnya mengambil si domba dari timangan gembalanya dengan paksa...
Untuk apa??
Ya tentu saja...agar kandangnya tetap eksis. Domba juga bisa mati brur! Belom sempet beranak, eeeeee uda mati...
Itupun kalo beranak ama domba 1 kandang...lha kalo egak??!?
Merampas dan ijon politic bisa jadi solusinya...
Padahal, kalau Gembala2 itu hanya gembala panggilan yang hanya dipercayakan untuk menjaga domba di sebuah peternakan besar dengan banyak kandang. Mereka sama sekali tidak layak untuk mengambil ato bahkan melakukan ijon politic ke kandang diluar tanggung jawab mereka...karena toh mereka masih dalam satu manajemen, satu peternakan...
Bahkan ga jarang banyak gembala yang mendidik domba2nya menjadi "anjing penjaga" yang dengan seenak mereka mengurusi domba2 di kandang laen...
Tap tap tap tapi....
kalo ga gitu...kandangnya ga bakalan eksis dong, bakal punah dong, gembala dipecat dong, domba terlantar dong...
belum tentu si domba bakal betah di kandang...belum tentu pula si domba bakal bertambah...
mengingat banyaknya kandang diluar sana...
GIMANA DONG??
hehehe...
Ada satu yang terlupa...domba2 liar
masih ingat???
domba2 liar yang punya banyak penyakit...domba2 yang tidak terurus...domba2 di sekitar kandang nyaman yang tak bertuan...
namun tak dapat dipungkiri...keliaran mereka memiliki kelebihan tersendiri
mereka menjadi domba yang akan siap berjuang dan berkualitas tinggi apabila *masih sempat* diselamatkan...
So, kenapa gembala2 tadi tidak memanen sebuah tuaian domba yang besar ini??
Bukan hal yang menjijikkan untuk menerima mereka..
untuk menyelamatkan mereka...
Bahkan suatu hal yang tolol apabila seekor domba kandangan menghina sesama spesiesnya yang tercipta dalam versi liar...
melarangnya untuk memasuki kandang...bahkan melarangnya bergaul dengan keluarga sekandangnya...
hei Dom! (maksude Domba) itu adalah prospek besar! Jangan tolak dia! Lebih banyak Domba liar yang mau jadi domba kandangan daripada domba kandangan yang mau jadi domba liar...kandangmu butuh keeksisan dom! ajak dia! Bilang ke gembalamu...ada banyak domba di luar sana...tanpa kandang, dan tak bertuan...
Lalu apakah domba antar kandang tidak boleh dikawinkan??
Daripada domba2 kandangan yang uda ngebet kawin itu jadi domba liar...
Kenapa harus ada 'tidak' diantara kita sih, kalo domba2 itu cuma beda kandang tapi 1 peternakan???
Bagaimana tanggapan anda?
Radikal??
Tidak tidak tidak...ini bukan note yang Radical, tapi note yang Rascal
Sekian dongeng tentang domba kali ini...
Kenapa Domba Inggris kalah ama Domba Jerman??? Kenapaaaaa????!?!?!
Huwawawawwwwawawawaawawawa
x.o.x.o
ManusiaGakGila
GAP.
0 komentar:
Poskan Komentar